| Rate This Article: | ||
|

Dr. Taruna Ikrar
University of California, School of Medicine, Irvine, USA

Obat-obatan yang digunakan saat ini cenderung menggunakan metode trial anderror, dengan tujuan mengetahui efektivitas suatu obat.
Tetapi dengan berkembangnya pengetahuan kedokteran dan biologi molecular, dengan kecanggihannya metode baru ini memiliki kemampuan untuk menentukan struktur protein reseptor atau dan tempat kerja obat secara lebih tajam, sehingga memungkinkan untuk menciptakan desain kerja obat yang lebih aman dan efektif.
Dalam percobaan, potensi suatu agen dapat ditentukan oleh seberapa kuat suatu molekul obat menempel pada reseptor atau sasaran protein di dalam tubuh penderita. Selanjutnya ilmuwan dapat memanfaatkan variasi struktur obat untuk meningkatkan efektivitas obat tersebut pada target yang diinginkan. Dengan demikian, obat generasi berikutnya dapat dirancang untuk berinteraksi secara lebih selektif dengan tepat sasaran atau, dalam banyak kasus, sampai pada tingkat subtipe spesifik target reseptor obat. Kondisi ini akan menghasilkan efek terapi yang lebih baik dengan sedikit efek samping.
Meskipun rancangan obat yang rasional ini memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai obat-obatan untuk penyakit-penyakit seperti: stroke, depresi, kecemasan. Namun dibutuhkan banyak upaya untuk memperjelas peran obat potensial yang berbeda sesuai target dan gangguan yang ditimbulkannya.
Selain itu ada sistem pengobatan yang sangat menjanjikan, baik untuk terapi yang termasuk factor trophic, rekayasa antibody, rekayasa molekul untuk keuntungan penyempurnaan jalur biokimia tertentu, yang dapat mengurangi tingkat keracunan obat, dan yang termutakhir adalah gene therapy dan stem cell yang diyakini dapat memperbaiki neuron atau bagian otak yang telah rusak atau mati.
Salah satu hasil dari penelitian ilmu penyakit neurologi terkini, didasarkan pada berbagai faktor pertumbuhan atau faktor tropik, yang mengendalikan pembentukan dan kelangsungan hidup kelompok-kelompok tertentu pada neuron atau sistem saraf.
Spesifik fungsi molekul reseptor diidentifikasi dan kloning dengan prosedur yang dapat dikembangkan untuk memodifikasi faktor pertumbuhan otak. Faktor-fungsi yang diatur dengan cara yang mungkin berguna dalam perawatan penyakit otak (neurological disorders).
Secara biologi, setelah faktor tropik sel tertentu ditemukan, salinannya, maka faktor genetik sebagai target pada kelainan otak tersebut dapat diobati. Sehingga penemuan ini, memungkinkan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit otak yang sangat sulit disembuhkan dewasa ini.
Pengobatan Masa Depan
Suatu potensi pengobatan masa depan, bagi penyakit-penyakit otak yang sangat sulit disembuhkan dewasa ini, menjadi suatu harapan yang sebentar lagi akan terwujud. Para ilmuwan berencana untuk memasukkan bahan genetik untuk memperbaiki fungsi neurotransmiter atau faktor tropik ke stem cell atau virus tertentu yang telah dimodifikasi secara molekular. (Gambar 3: Ilustrasi injeksi dengan menggunakan bahan genetik dan stem cell kedalam otak).

Virus yang telah dilemahkan ini kemudian diinjeksi ke pasien dan selanjutnya akan bermanfaat memperbaiki sistem saraf yang rusak. Dewasa ini, oleh para ahli neurosciences telah berhasil mengembangkan model hewan dengan menggunakan pendekatan berdasarkan mekanisme ini. Contohnya termasuk obat-obatan seperti antibiotik dan obat anti-tumor, yang tampaknya mengurangi kerusakan saraf.
Ribuan calon obat molekul dapat diuji dengan menggunakan metode ini. skrining dengan mengubah properti secara selular yang mewakili bagian penting dari suatu proses penyakit otak. Sangat banyak penyakit neurodegenerative yang melibatkan protein otak dan ketidaknormalan. Beberapa penyakit neurodegenerative ini disebabkan oleh akumulasi protein abnormal.
Jika ilmuan mampu memodifikasi sehingga sel yang terbentuk menghasilkan protein yang optimal dan tidak berlebihan, maka penyakit degeneratif tersebut dapat diobati bahkan dicegah.
Sampai dengan dewasa ini, para ilmuan di seluruh dunia berjuang untuk menemukan cara-cara baru untuk memperbaiki atau mengganti neuron dan sel-sel lain dalam otak yang mengalami kerusakan dan kematian. Sebagian besar, pendekatan eksperimental ini telah berhasil diterapkan dalam hewan penelitian. Sel-sel yang menimbulkan kelainan fungsi tertentu didalam otak dan sumsum tulang belakang pada embrio tikus telah berhasil diobati secara invivo di laboratorium.
Penemuan tersebut, ditandai dengan berhasilnya sel induk untuk terus memproduksi ketiga jenis sel-sel otak utama, yaitu: neuron, astrocytes, sel-sel yang memberi makan dan melindungi neuron, oligodendrocytes, sel-sel yang mengelilingi akson. Sehingga dimasa depan memungkinkan diterapkan pada manusia.
Selanjutnya, akan dilakukan uji klinis, dengan menggunakan konsep diatas pada manusia. Sehingga sebentar lagi, beberapa penyakit akibat kelainan otak yang sebelumnya hampir mustahil untuk disembuhkan dengan pengobatan konvensional. Dimasa depan, akan dapat disembuhkan, misalnya penyakit tumor, penyakit Alzhaimer, penyakit kelumpuhan, dan penyakit-penyakit otak dan sistem saraf lainnya.
Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?18428
Mohon beri nilai dan komentar di bawah artikel ini
______________________________________________________
Supported by :
|
| - T&J Penyakit Jantung dan impotensi? |
| Rating: 12 |
| - T&J: Perubahan Tekanan Darah atau Tumor Menjadi Penyebab Pusing & Sakit Kepala |
| Rating: 6 |
| - Berbagai Upaya Dalam Penyembuhan Kanker Paru |
| Rating: 4 |
| - T&J: Sering Pusing |
| Rating: 4 |
| - K-Video : Penyakit Jantung dan Pencegahannya oleh dr. Taruna Ikrar |
| Rating: 3 |
| - K-Video: Lebih Jauh Tentang Penyakit Jantung Dengan Dokter Ikrar |
| Rating: 3 |
| - Leukemia Penyakit Ganas Yang Dapat Disembuhkan |
| Rating: 2 |
| - T&J: Ketidak Teraturan Menstruasi |
| Rating: 2 |
| - T&J: Penyakit Jantung Bawaan & Kerusakan Otak |
| Rating: 2 |
| - T&J: Sakit Autism dengan Sampel Darah? |
| Rating: 1 |